Pemimpin Kritis bukan Pemimpin yang Kritis

Ada sebuah pertanyaan yang masuk lewat Broadcast Message ke Handphone saya seperti ini :

Dalam sebuah rumah ada 6 orang bersaudara sedang melakukan kegiatan rutinnya sehari-hari antara lain yaitu Andy nonton acara televisi, Benny mandi, Christ makan roti, Donny bermain catur, dan Enny menyapu. Pertanyaannya adalah apa yang sedang dilakukan Fanny? Ingat 6 orang tersebut sedang melakukan kegiatannya di dalam rumah.

Setelah saya membaca pertanyaan ini, saya tersenyum kecil karena pertanyaan yang diberikan cukup unik. Mungkin ada sebagian orang yang bisa langsung menjawab. Dan kebetulan saya menjawabnya bermain catur bersama Donny adalah jawaban yang tepat. Karena saya berpikir, permainan catur tidak mungkin dilakukan oleh Donny seorang.

Lalu apa hubungannya judul dengan cerita ini? Pertanyaan sederhana ini bisa mengukur tingkat berpikir kritis seseorang. Saat itu memang saya berpikir jawaban bermain catur bersama Donny adalah benar, jika kita berpikir secara umum. Tapi tahukah anda di jaman modern ini bahwa bermain catur bisa dilakukan sendiri?

Berawal dari pengalaman saya yang suka bermain catur, saya bermain catur biasa di computer atau di Android Tab. Saya menilai dengan pemikiran kritis kalau itu pertanyaan yang tidak bisa dijawab, karena tanpa ada data dan informasi yang jelas.

Apa itu berpikir kritis? Berpikir Kritis atau Critical Thinking singkatnya adalah

sebuah metode berpikir yang tidak menerima suatu data tanpa bukti atau sebab yang jelas. Berpikir keritis san

gat diperlukan untuk menghadapi dunia modern ini dimana semua informasi disajikan secara instan.

Bagi saya, berpikir kritis adalah salah satu syarat mutlak untuk dimiliki seorang pemimpin. Salah bilang salah, benar bilang benar. Dalam melakukan analisis, seseorang pemimpin  harus mampu mengenali tujuan, begitu juga dengan berbagai informasi, asumsi, konsep utama, sudut pandang, dampak, dan kesimpulannya. Sementara itu, dalam melakukan penilaian, seseorang harus selalu memeriksa penilaian yang telah dilakukannya demi memperoleh penilaian yang  memiliki relevansi dengan segala hal yang ada dalam sebuah subjek atau masalah, dan sesuai dengan jalur pemikiran akal sehat manusia.

Dengan demikian, pemimpin yang selalu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya adalah pemimpin yang selalu mampu:

1. Mengangkat dan mengemukakan berbagai pertanyaan dan persoalan sangat penting dalam hidupnya, serta mampu merumuskan berbagai pertanyaan dan persoalan yang diangkat dengan jelas dan tepat

2. Mengumpulkan dan menilai berbagai kesimpulan dan cara menyelesaikan masalah menggunakan langkah-langkah tepat dan efektif

3. Tiba pada berbagai kesimpulan dan cara penyelesaian masalah yang masuk akal seraya terus mengujinya terhadap berbagai tolok ukur dan kriteria yang relevan

4. Berpikir terbuka terhadap berbagai pandangan lainnya, seraya tiada henti mengenali dan menilai berbagai prasangka, dampak, dan akibat praktis, sejauh yang dibutuhkan

5. Dan mampu mengkomunikasikan kepada orang lain mengenai berbagai cara penyelesaian yang telah dilakukannya terhadap banyak masalah kompleks dengan cara yang efektif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: