Perhatikan Orang Sekitar Kita

Otong adalah Sales Promotion Boy (SPB) yang baru bekerja di salah satu perusahaan distributor minuman. Di hari pertama Otong bekerja, dia  diberi tugas oleh Supervisor untuk menjual minuman di salah satu outlet minuman yang berada di kawasan pasar induk selama 1 bulan. Minuman itu dijual dengan harga Rp 2.000,-. Hasil jualan Otong selama 1 bulan ternyata mencapai target yang diberikan oleh Supervisor.

Pada bulan berikutnya, Otong mendapatkan tantangan baru. Dia harus menjual minuman yang sama jenisnya dengan harga Rp 5.000,- di sebuah stand yang ditunjuk Supervisornya. Stand itu terletak di depan sebuah Café yang cukup ramai pengunjungnya. Dengan giatnya Otong menjual minuman tersebut. Maka pada akhir bulan dia mendapat predikat SPB terbaik.

Di bulan ketiga, Supervisor ingin mempromosikan naik jabatan dan gaji untuk Otong jika dia lulus tantangan yang terakhir ini. Supervisor bekerja sama dengan salah satu Mall untuk membuka stand. Di situ Otong diharuskan menjual dengan harga Rp. 7.500,-. Lagi-lagi Otong menutup akhir bulan dengan target yang dicapai, dan di bulan berikutnya dia menjadi Supervisor di perusahaan distributor tersebut.

Apa yang bisa kita simpulkan dari cerita pendek ini? Saya mengibaratkan bahwa saya adalah minuman tersebut. Apa yang membedakan harga (nilai) dari minuman yang dimaksud diatas? Lingkungan. Saat minuman berada di pasar induk, harga jualnya hanya Rp 2.000,-. Saat minuman berada di Café, harga jualnya Rp 5.000,-. Saat berada di Mall, maka harga jualnya menjadi Rp 7.500,-.

Lingkungan yang bisa menilai tentang siapa saya. Jika saya berada di sebuah lingkungan yang baik, maka baiklah kita. Perhatikan lingkungan sekitar kita, atau lebih tepatnya perhatikan orang di sekitar kita. Dengan siapa kita berada?

Ada pepatah mengatakan “Jadilah seperti bunga teratai, yang tetap indah walaupun berada di lingkungan air lumpur sekalipun.”  Saya katakan pepatah itu benar adanya, tetapi ingat seindahnya bunga teratai yang berada di air lumpur, tetap mempunyai bau yang tidak sedap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: