Kehilangan Hidup

Nelayan

Otong adalah seorang nelayan dari lulus SD. Kegiatan sehari-harinya adalah melaut pada malam hari untuk mencari ikan demi menghidupi anak istrinya. Suatu hari, saat Otong mau berangkat mencari ikan, ada seorang dosen dari salah satu Universitas yang ingin mencoba berwisata dengan cara lain. Dosen itu ingin mengetahui saat seorang nelayan mencari ikan di tengah malam. Dia pun memutuskan memilih Otong untuk ikut bersamanya.

Di perjalanan terjadilah sebuah percakapan. “Mas Otong, kamu suka mencari ikan di malam hari ini apakah tahu tentang Ilmu Geografi?” Tanya Dosen. “Geografi? Apaan tuh Pak? Blom pernah denger ikan Geografi dah Pak.” Jawab Otong dengan Polosnya. Dosen tertawa kecil dan berkata, “Duh, Mas Otong udah kehilangan hidup 50%, itu pelajaran anak SD Mas. Kan nelayan harus tahu mata angin, mana utara, mana Selatan. Kalau ilmu Biologi tahu?”. Otong kembali bingung, “Apa lagi tuh Pak Biologi? Nama Laut yah Pak? Saya tahunya hanya laut Jawa Pak.” jelas Otong. “haha, kamu benar-benar polos yha Mas Otong. Kamu udah kehilangan hidup 70% masa hidup bersama ikan yang merupakan bagian Biologi, tapi tidak tahu? Jangan-jangan kamu juga tidak tahu tentang ilmu Ekonomi?”. Tanya dosen yang mulai meremehkan Otong. “Ekonomi pak? Saya gak tahu pak, yang saya tau cuma nangkap ikan, dijual, beres Pak.” Jawab Otong. Dosen tertawa dengan jawaban polos Otong. “Kamu benar-benar udah kehilangan  hidup 90% Mas Otong.”

Setelah beberapa saat dari percakapan diatas, terjadi hujan gerimis yang diikuti angin gemuruh pertanda akan datang badai. Otong berusaha mencari arah lampu mercusuar, tanda menuju daratan. Saat itu Otong bertanya kepada Dosen “Pak, kalau perahu ini terbalik, Bapak bisa berenang?”. Dosen menjawab dengan ketakutan “tidak bisa Mas….”. “Bapak akan kehilangan hidup 100%.” Jawab Otong.

 

“Knowledge is Nothing, applying what you know is everything”

Cerita dan kutipan di atas memberi tahu kita segala ilmu pengetahuan teoritis yang kita punya tidak akan berarti jika kita tidak pernah tahu ilmu parktik.

Kadang kita suka ragu dalam melakukan suatu hal yang baru. Tidak salah jika kita memikirkan segala hal yang kita ketahui jika kita melakukan suatu yang baru. Seperti ingin memulai bisnis atau lainnya. Tetapi jangan karena pengetahuan yang kita ketahui, membuat menjadi penghambat kita dalam memulai. Banyak hal baru yang didapat jika hal itu dipraktekan.

3 Perbedaan orang pintar dengan orang sangat pintar:

  1. Orang pintar menyukai kepastian, orang sangat pintar menyukai ketidak pastian
  2. Orang pintar terlalu serius, orang sangat pintar suka bersenang-senang
  3. Orang pintar tahu, orang sangat pintar tidak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: