Taruhan Nyawa

Peti MatiOleh : Bono Anggono

(Taichung,Taiwan), Satu bentuk perjudian mempertaruhkan nyawa manula pasien kanker sedang populer di Taichung, kota terbesar ketiga Taiwan.  Beberapa dokter, perawat dan bahkan anggota keluarga pasien rawat inap pengidap kanker bertaruh kapan sipenderita akan meninggal dunia guna memenangkan tiga kali lipat jumlah uang yang dipertaruhkan. Menurut berbagai laporan, perjudian pertaruhan nyawa ini terorganisir dengan baik dan melibatkan perputaran uang hingga puluhan juta dollar. Maraknya perjudian ini terlihat dari  puluhan ‘senior club’ yang merupakan tempat judi terselubung berkedok organisasi sosial disatu ruas jalan. Didalam club, para penjudi mempertaruhkan nyawa seorang pasien kanker tahap akhir dirumah sakit setempat. Yang mengagetkan dari praktek judi gelap ini, dokter, perawat dan bahkan keluarga pasien juga turut ambil bagian.

Surat kabar setempat melaporkan banyak pasien kanker sekarat dibangsal rumah sakit yang membuka mata dan mendapati bukan hanya sanak keluarga yang mengelilingi mereka tapi juga para petaruh yang menerima laporan perkembangan kesehatan pasien dari dokter. Para bandar juga  berkeliaran dibeberapa rumah sakit guna mendapatkan masukan dan kemudian membisikkan klien mereka agar segera mempersiapkan diri untuk menang atau kalah.

Perjudian kurang ajar ini sangat sederhana. Seorang pasien yang megap-megap dipilih dan dipertaruhkan, pemasang kemudian menyetor uang minimal 40 dollar (dalam bahasa Mandarin angka 40 diucapkan ‘Se She’, lafalnya mirip dengan ‘Se’ yang artinya meninggal), dilaporkan juga ada pemasang yang bertaruh hingga ratusan ribu dollar. Jika penderita kanker yang nyawanya dipertaruhkan ini meninggal dalam waktu satu bulan, uang taruhan akan diraup bandar, namun jika ajal pasien belum jatuh tempo, bayaran kepada petaruh akan meningkat setiap harinya hingga paling lama  enam bulan atau sampai objek taruhan menarik napas penghabisan.

Yang menarik dari perjudian ini, para bandar  mendapatkan ijin dari keluarga pasien yang dipertaruhkan dan mengimingi mereka komisi 10%. Mahalnya biaya pemakaman di Taiwan dan ketidak-mampuan ekonomi menyebabkan mereka sulit menolak tawaran bandar. Dalam beberapa kasus, sanak keluarga pasien juga mendapatkan tawaran bonus jika mereka bersedia memerintahkan dokter untuk menghentikan pengobatan lanjutan agar sipasien lekas menghadap yang maha kuasa. Aparat berwenang Taiwan kini sedang melakukan penyelidikan pada perjudian yang tidak berperikemanusiaan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: