Ketika Aku Mulai Putus Asa

hopeless1

Kembali, aku disibukkan dengan berkas-berkas lamaran pekerjaan yg sengaja aku persiapkan untuk mencari perusahaan yang mau menerimaku sebagai pegawainya. Lagi-lagi harus ke jobfair, titip teman, atau door to door ke kantor-kantor yang belum tentu membuka lowongan . Dan jawaban yang sudah sangat membuat aku bosan adalah “Kami tidak bisa memastikan kapan, nanti anda akan kami hubungi melalui telepon atau sms untuk jadwal tes nya” atau “sebenarnya kami disini belum buka posisi yang bersangkutan, tapi simpan saja dulu lamarannya”. Hhh…bagiku semua masih klise. Tak jarang setelah aku mengikuti belasan interview,mereka berkata “kalau dalam 7 hari tidak ada telepon,berarti anda tidak lolos”

Beberapa kali aku pernah mengikuti serangkaian tes yang jelas-jelas sudah tersedia pemenangnya dari awal. Dan itu dia hasil rekomendasi dari “orang dalam”. Kadang sangat tak terima harus capek-capek datang dan bertanding,rasanya percuma. Mungkin iya aku hanya iri, dan tidak semua perusahaan juga seperti itu. Aku sendiri tak paham. Apa jangan-jangan ada yang salah dalam diriku pribadi. Selalu merasa layak mendapatkan posisi yang dituju,tapi tetap saja gagal. Sebenarnya aku tidak perlu merasa harus marah pada kebijakan pihak outsourching dan perusahaan yang seenak-enaknya memutuskan kontrakku dulu, tapi tetap saja hati tidak bisa terima. Ya..perusahaan yang telah membesarkan namaku, memberi fasilitas terbaik, tapi perusahaan itu juga yang menyingkirkan aku. Aku senang karna gajiku lebih dari cukup. Tapi aku harus tetap ingat bahwa uang itu tidak akan kembali padaku bulan ini dan dibulan-bulan selanjutnya jika hanya berputus asa tanpa ada usaha dan doa.

Sebenarnya,tak mutlak harus cari posisi untuk jadi karyawan. Masih banyak lapangan pekerjaan lain yang bisa dicoba. Ini langkahku sekarang.

Ini saatnya menatap kedepan. Kadang kita harus meminjam kata-kata seseorang untuk dijadikan motivasi. Sekarang aku harus menjadi manusia di atas rata – rata dan selalu unggul dan luar biasa. Aku tidak perlu untuk mengubah orang lain, tapi aku harus mulai merubah diriku untuk lebih baik dan menjadi yang terbaik. Tidak ada waktu bagi untuk berhenti belajar dan berintrospeksi diri. Aku harus terus – menerus untuk bertekad untuk mencapai kesadaran akan jati diriku yang sejati. Berubah dan berubahlah. Jangan takut berubah untuk kehidupan yang lebih baik, walau itu mengandung resiko.

Penulis : Noor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: